“Aku nggak nyangka bisa lolos program student exchange ke Jerman. Awalnya aku nyoba daftar aja dan udah pesimis karena banyak yang daftar. Tapi ternyata aku lolos,” luapan bahagia yang disampaikan Stefanus Yoga saat ditemui di depan kantor TU FTEK. Selama 4 bulan, Stefanus Yoga bersama mahasiswi Fakultas Bahasa dan Seni, Arlien Thinesia Hetarie belajar tentang sosial humaniora di Stuttgart Evangelische Hochschule Ludwigsburg Germany, yaitu social networker, problem solving, Hak Asasi Manusia (HAM), dan fenomena-fenomena sosial yang sedang marak terjadi di kancah internasional. Selain belajar masalah-masalah sosial di jam kuliah, Stefanus juga diajak bergabung dan berdiskusi di organisasi kemahasiswaan ASTA Stuttgart Evangelische Hochschule Ludwigsburg.
“Banyak pelajaran yang ku dapat dari student exchange kemarin tentang masalah-masalah sosial, salah satunya tentang konflik di negara-negara Timur Tengah yang semakin hari semakin mengenaskan. HAM terenggut, terutama anak-anak yang seharusnya bermain dan menghabiskan waktu dengan keceriaan bersama keluarga dan orang tua harus menghadapi kesedihan ditinggal keluarga dan dihantui bom dimana-mana, “ tutur Stefanus Yoga. Stefanus Yoga menambahkan bahwa masalah-masalah sosial yang terjadi dapat diselesaikan atas kesadaran dari berbagai pihak dan tentunya ada langkah nyata dalam membantu dan mengabdi untuk kepentingan kemanusiaan. Stefanus Yoga harus melewati tahap berkas dan beberapa kali tahap wawancara, menyisihkan puluhan pendaftar lain sampai akhirnya bisa lolos beasiswa student exchange dari salah satu provinsi di Jerman, Baden-Wurttemberg dan berangkat bulan April kemarin. “Jika kamu punya mimpi, wujudkanlah. Jangan pernah menyerah dan takut untuk gagal karena tidak ada perjuangan yang sia-sia, pasti ada jalan yang terbaik untuk ke depannya yang penting jangan berhenti mencoba dan berusaha. Asah dan gali kemampuanmu dan keluar dari zona nyamanmu. Manfaatkan kesempatan dengan baik karena itu tidak datang dua kali, “ pesan Stefanus Yoga di sela wawancara. (snv).