Tim EC : Kemenangan Ini sebagai Awal Kebangkitan EC

Setelah berjuang selama 24 jam, akhirnya tim KBM Electronic Club (EC) berhasil meraih Juara I kategori Best Concept pada lomba Hackathon akhir Agustus lalu. Bertempat di Smesco Exhibition Hall Jakarta, lomba tersebut dibuka untuk umum dan diikuti ratusan kelompok dari berbagai daerah, termasuk tim EC FTEK Universitas Kristen Satya Wacana. Tim EC yang digawangi oleh Agung Rahadyan Tjipta, Ikhsan Dwi Murtiyanto, Bachtiar Lazuardi, Dani Septya Ardhian, dan Stanislaus Adrian tersebut tidak dapat menyembunyikan raut kebahagiaan ketika disinggung atas kemenangannya. Ketika ditemui di ruang Electronic Club, tim EC yang mengikuti lomba mengungkapkan jika mereka tidak menyangka akan menjadi juara. “Kami sangat bersyukur. Awalnya gak nyangka bakal menang karena pesertanya keren-keren, ada yang sudah kerja juga. Kami harus berganti-ganti konsep juga karena ide yang telah dipersiapkan tidak sesuai tema dan beberapa komponen yang dibutuhkan tidak ada,” tutur Bachtiar Lazuardi, salah satu anggota tim yang bertugas sebagai programmer alat.

Tim EC menuturkan bahwa lomba Hackaton yang berlangsung 2 hari tersebut telah memberikan banyak pelajaran, yaitu ilmu tentang dunia makers, semangat juang, dan kerja dalam tim. Acara tersebut juga dihadiri antara lain  CEO Mediatrack, Big Data, Data Scient Indonesia, Makedonia, dan Vilipe makers asal India. Dengan tema yang telah ditentukan, Sci-Fi (Science-Fiction), tim EC membuat alat “Spazio Esterno Agricoltori”. Alat tersebut mengusung konsep seperti film Wall-e dan merealisasikan imajinasi. “Sesuai tema, kami mencoba menuangkan imajinasi dalam alat. Kami mengkondisikan jika Bumi diprediksi bakal gak bisa ditinggali maka manusia membuat robot yang bisa menanam pohon di planet lain yang mirip Bumi sehingga layak dihuni,” ujar Ikhsan.

“Spazio Esterno Agricoltori” dibuat dengan beberapa komponen, yaitu Arduino, raspberry-pi, router, sensor cahaya, sensor suhu dan kelembaban, powerbank, dan baterai. Prinsip kerjanya seperti Line Follower. Alat tersebut bekerja dengan mengikuti cahaya, saat berada di tempat yang  terang akan berhenti. Dilengkapi dengan dua mode, otomatis dan manual dan sensor kelembahan serta suhu. Mode manual dikendalikan melalui internet selanjutnya indikatornya ditampilkan di LCD 16×2. Kemenangan tersebut tidak membuat Tim EC lantas puas, “Kemenangan di Hackathon kemarin merupakan awal kebangkitan bagi EC sendiri, mengingat sudah dua tahun terakhir kami vacuum dengan raihan juara. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan lebih baik. Semoga tahun depan EC bisa lebih meningkat prestasinya, di ajang Hackathon bukan hanya juara Best Concept tapi juga bisa memboyong juara Ultimate,” tegas Agung Rahadyan yang juga merupakan ketua EC, dirinya juga menambahkan bahwa sebagai mahasiswa jangan hanya terfokus pada pelajaran kuliah tapi juga mencoba hal-hal baru dan riset. (snv)

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp