Semua mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk dapat mengikuti program internship ke luar negeri. Dengan menjalin kerjasama dengan College of Engineering, National Chung Cheng University (NCCU) Taiwan, Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) Universitas Kristen Satya Wacana memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat menimba ilmu secara langsung ke Taiwan. Hal tersebut tak disia-siakan oleh ketiga mahasiswa FTEK UKSW. Mereka adalah Valentinus Mitchell Rahina Surya, Nathanael Ardisa, dan Ardianto Widjanarko.
Proses internship ini berlangsung selama 3 bulan, dimulai sejak bulan September hingga bulan Desember 2018. Selama internship di Taiwan, dengan bimbingan Prof. Hsiung Pao-Ann ketiga mahasiswa ini melakukan proses belajar dan juga sekaligus melakukan penelitian mengenai Artificial Intelligence (AI).
Ditemui di sela-sela jadwal perkuliahan, ketiga mahasiswa yang akrab dipanggil Mitchell, Nathan, dan Didi menyampaikan bahwa mereka sangat terkesan selama mengikuti magang di Taiwan karena mendapatkan pengalaman baru dan banyak ilmu yang diterima. “Saya menggunakan metode Deep Learning yang merupakan bagian dari Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi penyakit pada tanaman di suatu lahan pertanian” ujar Didi tentang hal yang diteliti selama di Taiwan. Nathan dan Mitchell juga meneliti hal yang sama, namun berbeda objek penerapannya. “Metode Deep Learning diterapkan pada sistem transaksi sentral pada suatu bank, dengan mengolah data setiap transaksi”, jelas Mitchell. Nathan menambahkan bahwa setiap mahasiswa akan dikelompokkan sesuai topik penelitan dan akan mempresentasikan progres dua minggu sekali kepada Prof. Hsiung Pao-Ann. “Semua mahasiswa mendapatkan kesempatan yang sama, hanya perlu kemauan saja” tutur Didi. Nathan juga menambahkan bahwa untuk mengikuti program internship, setiap peserta harus membekali diri dengan ilmu dasar tentang pemrograman dan algoritma. (raj)
Proses internship ini berlangsung selama 3 bulan, dimulai sejak bulan September hingga bulan Desember 2018. Selama internship di Taiwan, dengan bimbingan Prof. Hsiung Pao-Ann ketiga mahasiswa ini melakukan proses belajar dan juga sekaligus melakukan penelitian mengenai Artificial Intelligence (AI).
Ditemui di sela-sela jadwal perkuliahan, ketiga mahasiswa yang akrab dipanggil Mitchell, Nathan, dan Didi menyampaikan bahwa mereka sangat terkesan selama mengikuti magang di Taiwan karena mendapatkan pengalaman baru dan banyak ilmu yang diterima. “Saya menggunakan metode Deep Learning yang merupakan bagian dari Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi penyakit pada tanaman di suatu lahan pertanian” ujar Didi tentang hal yang diteliti selama di Taiwan. Nathan dan Mitchell juga meneliti hal yang sama, namun berbeda objek penerapannya. “Metode Deep Learning diterapkan pada sistem transaksi sentral pada suatu bank, dengan mengolah data setiap transaksi”, jelas Mitchell. Nathan menambahkan bahwa setiap mahasiswa akan dikelompokkan sesuai topik penelitan dan akan mempresentasikan progres dua minggu sekali kepada Prof. Hsiung Pao-Ann. “Semua mahasiswa mendapatkan kesempatan yang sama, hanya perlu kemauan saja” tutur Didi. Nathan juga menambahkan bahwa untuk mengikuti program internship, setiap peserta harus membekali diri dengan ilmu dasar tentang pemrograman dan algoritma. (raj)