Lungguh masih akan disempurnakan agar bisa menghasilkan tenaga listrik yang lebih besar lagi. Fa Brian mengungkapkan saat ini Lungguh bisa menghasilkan listrik 500 mili volt. “Rencananya kami akan menaikkan 10 kali lipat menjadi 5 volt dan bisa digunakan untuk men-charge handphone dan lampu belajar,” tambah Fa Brian yang merupakan mahasiswa angkatan 2012.
Chintya menambahkan, nantinya alat ini akan dipasangkan di bantal, tempat tidur dan kursi lipat. Dari segi ekonomi, biaya pembuatan alat ini tergolong murah, apalagi rencananya alat ini akan diproduksi secara massal. Disisi lain, cukup dengan membeli satu alat dan duduk diatasnya kita bisa menghasilkan listrik. Proses persiapan dan pembuatan alat ini memakan waktu 3 bulan. Dua mahasiswa ini juga dibantu oleh dosen pembimbing, yaitu Deddy Susilo, ST., M.Eng dan Eranus Yoga Kundhani, SE. Rektor UKSW Prof. Pdt. John A. Titaley, Th.D memberikan apresiasi positif atas karya 2 mahasiswa UKSW ini. “Ide yang hebat dan kita akan mengurus hak patennya,” kata John A. Titaley.
Wakili Indonesia ke Vietnam
Dengan prestasi yang didapat, 2 mahasiswa UKSW ini berhak atas uang tunai Rp 30 juta dan trofi. Selain itu, keduanya akan mewakili Indonesia di ajang Go Green in the City East Asia. Bulan April mendatang keduanya akan berangkat ke di ke Ho Chi Minh Citu, Vietnam. “Kami akan mematangkan lagi alat dan business plan ini sebelum ke Vietnam. Diajang tingkat Asia besok, kami akan berusaha beri yang terbaik karena tidak hanya membawa nama UKSW tetapi juga nama Indonesia,” tutur Chintya. (upk_bphl/foto:upk).