Dekan FTEK Dr Iwan Setyawan menyatakan rasa bangga atas mahasiswanya yang mampu lulus dalam waktu 3,5 tahun. Tidak hanya sekedar lulus cepat, keduanya juga memiliki indeks prestasi tinggi. Iwan menyatakan, singkatnya waktu untuk lulus tersebut tidak hanya hebat untuk ukuran FTEK UKSW, tetapi juga dari kacamata perguruan tinggi negeri yang elit. "Kuncinya adalah fokus kepada studi. Kegiatan di luar kuliah memang penting dan tidak boleh diabaikan, tetapi jangan sampai kegiatan-kegiatan itu menyita terlalu banyak waktu sehingga studi terbengkalai. Bagi yang sudah mulai mengerjakan skripsi, bekerjalah dengan tekun agar skripsi Anda segera selesai. Tidak lupa, rajin- rajinlah berkonsultasi dengan pembimbing sehingga jika ada masalah dalam skripsi, bisa segera ditemukan solusinya," katanya.
ACUAN KURIKULUM
Ia juga terus mendorong mahasiswanya agar lulus tepat waktu. Menurutnya, mahasiswa FTEK lulusnya lama itu hanya mitos. Kurikulum FTEK didesain untuk dapat diselesaikan dalam empat tahun, di mana tatap muka dalam kelas dialokasikan pada tiga tahun pertama. Sehingga mahasiswa dapat melakukan praktek kerja lapangan maupun skripsi pada tahun keempat.
"Yang menjadi acuan kurikulum FTEK adalah Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) sebagai lembaga internasional yang mengatur standar pengajaran di dunia teknik," katanya "Multiple Object Recognition dengan Algoritma SURF dan Algoritma Pencocokan" merupakan topik skripsi dari Samuel.
Topik tersebut merupakan pengembangan dari penelitian dosen yang kemudian diangkat menjadi bahan skripsi. Melalui citra yang diambil dari kamera, sistem yang dikembangkan Samuel dapat mengenali banyak objek pada secara bersamaan, bukan lagi hanya satu objek. "Pengaplikasian program tersebut salah satunya untuk mesin kasir. Diharapkan sistem dapat mengenali lebih dari satu objek dengan waktu yang singkat, sehingga lebih efisien," tutur Samuel.
Sementara "Translasi Bahasa Latin ke Aksara Jawa dengan Unicode Javanese Script" merupakan topik skripsi dari Theofilus. Program berbasis web ini mampu menterjemahkan bahasa Latin ke aksara Jawa. Pengerjaan aplikasi ini dimulai sejak Agustus 2015. "Dalam pengerjaan aplikasi ini, kesulitannya adalah pengecekan tiap karakter yang telah dikode dengan unicode," kata Theofilus. (G2-95).
Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/lulus-sarjana-teknik-tak-harus-lama/