(6/4/19) Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), kembali menggelar pengabdian masyarakat berupa workshop untuk siswa dan siswi SMA/SMK sederajat se-Salatiga, Semarang dan sekitarnya. Acara workshop seperti ini digelar Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer setiap tahunnya, tetapi berbeda dengan tahun sebelum-sebelumnya workshop tahun ini sangat luar biasa karena tidak hanya tutorial tentang arduino saja tetapi para siswa dan siswi peserta workshop mendapatkan pembelajaran dan pengalaman baru berupa dasar pemograman, cara menggunakan arduino, dan yang paling spesial yaitu perancangan smart stetoskop.
Pak Hartanto selaku Dekan FTEK memberi sambutan sekaligus membuka secara resmi acara Workshop dan Krisna Ranu (2016) juga memberikan sambutannya pada acara ini. Pak Handoko menjadi pengisi materi pertama dengan membawakan materi tentang Dasar Pemograman, lalu dilanjutkan oleh pak Gunawan dengan memberikan pembelajaran dasar penggunaan arduino, sebagai penutup di sesi pertama pak Hartanto memberikan pengetahuan kepada para siswa tentang Android. Setelah ISHOMA, acara gong pada workshop ini dimulai oleh pak Dalu dengan memberikan materi tentang sistem dari smart stetoskop secara tersebut secara singkat. Setelah selesai pak Atyanta sebagai koordbikem FTEK beserta para pengajar dari mahasiswa FTEK memberikan tutorial perakitan smart stetoskop sehingga dapat terintergrasi ke internet lalu peserta wokshop pun diberikan cara membuat aplikasi android sehingga data dan grafik jantung dari internet dapat di tampilkan di smartphone.
Para peserta sangat terkesan karena ini menjadi hal yang baru bagi mereka. “pembelajaran ini sangat menarik karena tidak pernah diajarkan di sekolah” ujar dari siswa peserta workshop,”kami bersedia mengikuti kembali workshop seperti ini di FTEK karena dapat menumbuhkan inovasi para siswa” ujar dari pembimbing sekolah yang mendampingi siswa nya dalam acara workshop ini. Harapannya alat ini dapat diterapkan, dikembangkan,dan ditularakan ke siswa lainya di sekolah masing-masing sebagai alat tepat guna. Dan paling utama sebagai pengenalan untuk para siswa tentang industri 4.0 sehingga para siswa dapat menghadapi revolusi industri 4.0 kedepannya.