EC Kupas Arduino dan MIT Inventor melalui Workshop

Kelompok Bakat dan Minat (KBM) Electronic Club (EC) kembali gelar wokshop, Sabtu (25/02). Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mengangkat topik tentang Arduino, tahun ini EC mengusung topik Arduino dan MIT Inventor.Bertempat di Ruang C107 Univeristas Kristen Satya Wacana, workshop dihadiri siswa/i SMA dan sederajat di wilayah Salatiga.
Workshop tersebut juga merangkul beberapa KBM di Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) yaitu C Computer Club (CCC), Electronic Club (EC), dan Robotic Research Center (R2C) sebagai pemberi materi.


Pelaksanaan workshop kali ini bertujuan untuk mengenalkan dan meningkatkan kemampuan para generasi muda di bidang embedded Arduino. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa dengan perkembangan era digital seperti saat ini, pemrograman dan mikrokontroller menjadi hal yang penting.
Bachtiar Lazuardi selaku ketua panitia menuturkan bahwa dengan penyelenggaraan workshop ini diharapkan peserta workshop dapat mengembangkan potensi, belajar, riset, dan berinovasi di bidang teknologi, “Saya berharap para siswa lebih mengerti dan memperluas pandangan akan perkembangan teknologi, khususnya mikrokontroller dan Android. Tentunya kami berharap agar para siswa dapat mempelajari, mendalamai hal-hal baru tentang teknologi, dan tidak cepat berpuas diri. Sehingga mamapu menjadi generasi penjelma kehebatan teknologi bagi Indonesia,” imbuh Bachtiar.

Dihadiri puluhan siswa yang berasal dari berbagai sekolah di wilayah Salatiga, yaitu SMK N 02 Salatiga, SMK N 03 Salatiga, SMK Telkom, SMK Bansari, SMK N 01 Bancak, SMA Kristen 01 Salatiga, dan SMA Kristen Satya Wacana. Workshop berlangsung lancar dengan peserta yang begitu antusias.Workshop dimulai pukul 09.00 dengan rangkaian agenda dari pengenalan seputar Arduino dan MIT Inventor, pengenalan alat-alat atau pun produk hasil arduino, pengajaran Arduino bagi peserta, hingga pameran hasil karya anggota-anggota EC dengan pemanfaatan teknologi Arduino.
“Perkembangan teknologi yang semakin meningkat menyebabkan para produsen teknologi membuat open platform untuk sistemnya agar semakin mudah mengembangkannya. Sehingga pada workshop kali ini, kami menggunakan Arduino,” ujar Agung Rahadyan, salah satu panitia. (snv)

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp