Beberapa waktu lalu salah satu staff dosen Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dari Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK), Ir. Fransiscus Dalu Setiaji M.T , menjadi salah satu pembicara pada acara Focus Group Discussion (FGD) di kantor Pemerintahan Provinsi Lampung Jl. WR Monginsidi 69 Teluk Betung Bandar Lampung. Masalah pembangunan jaringan SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) menjadi pokok bahasan dalam diskusi tersebut, di mana PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang berinisiatif untuk membangun jaringan listrik pada daerah lampung mengalami kendala, karena dalam proses pembangunannya harus melewati 3 perkebunan (salah satunya merupakan perkebunan tebu yang menyumbang penghasilan tebu sebanyak 25%, dan ketiganya merupakan perkebunan yang sangat luas) pada daerah tersebut. Dibutuhkan kurang lebih 90 menara dengan tinggi 30 m dalam proses pembangunannya. Hal tersebut tentunya sudah didiskusikan antara pihak perkebunan dan PLN, yang mana PLN setuju untuk membangun menara pada jalur pinggir (tidak melewati perkebunan). Namun pada realisasinya PLN berubah pikiran, dengan beberapa faktor, salah satu di antaranya adalah kendala keuangan (dibutuhkan dana yeng lebih besar jika membangun menara pada jalur pinggir) dan alasan kedua adalah pergantian direktur PLN.
Bersama dengan 3 pembicara lainnya, beliau mendapat kesempatan untuk membahas dampak dari adanya menara yang dibangun (medan listrik dan medan magnet dari menara) di atas perkebunan tersebut. “Kita tahu bahwa arus menghasilkan medan magnet dan tegangan menghasilkan medan listrik, yang menurut standar WHO adalah 100µT dan 10kV/m masih aman untuk manusia dan menara-menara tersebut didesain untuk tidak melebihi standar yang ada, namun belum ada standar minimal untuk tumbuhan karena jenis tumbuhan yang berbeda-beda sehingga bisa saja berpotensi merusak atau menghambat pertumbuhannya” begitu tutur beliau. Acara yang diselanggarakan pada 4 Agustus 2016 tersebut, dihadiri oleh 24 pihak yang beberapa berasal dari pemerintahan kota setempat, pemilik perkebunan, serta dari pihak PLN juga. Bagian menarik dari acara ini adalah Ir. Yoseph Adi Prasetyo sebagai moderator dalam diskusi tersebut, merupakan Ketua Dewan Pers Indonesia sekaligus alumni dari FTEK UKSW. Diharapkan melalui acara tersebut, pihak PLN dan Perkebunan dapat menemukan titik tengah. “Setelah semua narasumber memaparkan materinya masing-masing, giliran tim perumus yang memberikan solusi terbaik untuk masalah yang sedang dihadapi,” tambah dosen yang akrab disapa Pak Dalu ini.