13 Tim Bersaing Hasilkan Karya Inovasi Teknologi Tepat Guna

Tiga
belas tim dari berbagai sekolah unggulan di Jawa Tengah dan Yogyakarta
bersaing memberikan karya inovasi terbaik dalam lomba yang
diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK)
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di Balairung Universitas, Rabu
(31/10). Lomba Karya Inovasi bagi siswa SMA/SMK sederajat ini mengusung
tema “Pengembangan Teknologi Tepat Guna Terhadap Lingkungan”.

Ditemui di sela-sela lomba, ketua panitia Witaradya menuturkan
kegiatan ini diadakan untuk mendukung siswa dan siswi SMA/SMK sederajat
dalam menciptakan inovasi yang memberikan dampak kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini pihaknya juga ingin mendorong para siswa agar dapat
menghasilkan produk inovasi tidak hanya sebatas ide saja.

Dalam kompetisi ini dikatakan Witaradya dipilih lima pemenang yakni tiga juara umum dan masing-masing satu untuk Juara Favorit, Best Design, serta Best Innovation. Terdapat tiga juri dalam perlombaan ini yaitu dua dosen FTEK Deddy Susilo, M.Eng., dan F. Dalu Setiaji, M.T., serta  dosen Fakultas Biologi UKSW Dra. Lusiawati Dewi, M.Sc.

“Untuk bisa meraih poin tinggi, masing-masing peserta harus menampilkan yang terbaik saat penilaian expo dan presentasi. Selain itu kriteria penilaian dalam kompetisi ini didasarkan pada aspek originalitas, estetika, ramah lingkungan, dan fungsionalitas pada prototype yang disusun serta penilaian poster yang memperhatikan komposisi dan keindahan visual,”tutur Witaradya.

Sedangkan pada saat presentasi, peserta akan dinilai berdasarkan pemaparan yang sistematik, komunikatif, interaktif,
etiket presentasi, dan ketepatan waktu. Kemudian terdapat kriteria lain
berupa berupa kreatifitas ide, gagasan yang inovatif dan aplikatif. 
Lainnya, ketepatan jawaban, upaya mempertahankan pendapat, kerjasama tim juga masuk kriteria penilaian.

Adapun peserta dalam kompetisi ini merupakan wakil dari SMA N 1 Salatiga, SMK N 2 Salatiga, SMK N 3 Salatiga, SMA Kristen 1 Salatiga, SMA Kebon Dalem Semarang, dan SMA Kolose De Britto Yogyakarta.

Canggih

Nampak
dalam kompetisi yang berlangsung satu hari penuh ini para siswa
menampilkan hasil karya inovasi terbaiknya. Seperti hasil karya inovasi
milik tim dari SMA N 1 Salatiga yang membuat sistem
penjemur otomatis. Inovasi yang menggunakan sensor hujan
mikrokontroler Arduino Uno berbasis internet
 ini menggunakan
handphone sebagai alat kontrol. Hanya dengan menekan tombol di
handphone maka pakaian dapat masuk kedalam tempat yang disediakan, dan
pakaian dapat keluar kembali untuk di jemur ketika matahari mulai terik.

Seakan tak mau kalah,  siswa SMK N 2 Salatiga berinovasi melalui alat yang dapat berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan lampu rumah melalui ponsel pemilik rumah. Keunggulan produk ini dapat digunakan saat berada di luar luar kota sekalipun.

Dari seluruh karya inovasi yang ditampilkan, kompetisi ini berhasil dimenangkan oleh tim Kappa Delta dari SMA Kebon Dalem yang membuat inovasi Sistem Peternakan Terpadu Vertikal yang
dapat mengatasi masalah keterbatasan lahan, meminimalisir dampak
pencemaran lingkungan, serta meningkatkan produktivitas hewan ternak
tinggi dengan menggunakan teknologi reaktor biogas, panel surya, sistem
pendingin gravitasi, ozon generation dan lain-lain.

Juara kedua dari SMK N 3 Salatiga dengan judul inovasi “The Automatic Feed Fish yakni berupa alat pemberi makan ikan otomatis. Hasil inovasi ini sekaligus meraih predikat juara favorit karena memperoleh suara terbanyak pengunjung.

Adapun juara ketiga diraih oleh tim Berkah dari SMK N 2 Salatiga dengan inovasi tong sampah otomatis. Sementara itu wakil lainnya dari SMK N 2 Salatiga juga meraih juara di kategori Best Innovation dan  Best Design.

Seluruh pemenang berhak membawa pulang trophy, sertifikat, serta sejumlah uang pembinaan dengan total hadiah lebih dari lima juta rupiah. Witaradya berharap kedepannya siswa-siswi SMA/K lebih semangat mengembangkan riset teknologi untuk kemajuan bangsa.

“Sekarang
banyak sekali pembicaraan mengenai teknologi, sehingga mulai dari
sekolah menengah memang minimal sudah harus mengenal teknologi yang
perkembangannya kian pesat
,” imbuh mahasiswa FTEK ini. (chis_bpha)

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp